Rabu, 19 Juli 2017

DIARI HAM DAN PEMBANGUNAN #6

20 APRIL 2017 
 Pertemuan kali ini dimulai dengan membahas 3 tahap HAM, yaitu:
·      Sejarah Hak asasi manusia yang bermula dari hak alami yang seperti kita tau terbagi menjadi kodrat dari Tuhan dan kodrat sebagai manusia. Definisi ini sebenarnya marak berkembang di Eropa pada masanya yang tentu saja mengandung nilai-nilai Eropa. Seiring perkembangannya, Asia ikut menganut HAM yang berkembang di Eropa ini. Asia menganggap bahwa yang terdapat didalam hak alami merupakan nilai-nilai Eropa didalamnya. Sehingga jika diterapkan di Asia akan menjadi sesuatu yang cenderung memaksakan. Karena sudah jelas terdapat perbedaan-perbedaan geografis, historis, dsb antara Eropa dan Asia yang cenderung mengedepankan budaya ketimuran.
·      Seiring perkembangan ekonomi à Keynesian (1930). Terjadinya depresi ekonomi ketika itu bermula di AS ditandai dengan jatuhnya harga saham pada 4 September 1929. Biang keladi dari depresi itu yang terutama adalah merosotnya perekonomian AS sebagai lokomotif ekonomi dunia kala itu. Runtuhnya sang lokomotif, diikuti oleh kelemahan internal di masing-masing negara yang dijalarinya menjadi penyebab parahnya depresi. Keadaan ini ternyata memunculkan semangat membangun di banyak negara yang ingin memperbaiki negaranya.hal ini kemudian  marak dengan munculnya perusahaan multinasional yang memberi bantuan kepada negara yang terkena dampak setelahnya (hutang). Pemberian bantuan ini yang ternyata diiringi dengan maksud lain dari negara/perusahaan donor tersebut yang berdampak kepada HAM di negara yang diberi bantuan.
·      HAM lebih sering dipandang sebagai hambatan dalam kebijakan pembangunan ketimbang alat untuk meningkatkan kualitas pembangunan. Disamping itu, HAM biasanya dilihat sebagai tanggung jawab organisasi non-pemerintah (LSM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar